<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Salafi Haroki &#187; fatwa</title>
	<atom:link href="http://salafiharoki.wordpress.com/category/fatwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafiharoki.wordpress.com</link>
	<description>Bergerak Menuju Perubahan Berlandaskan Manhaj Salafussholeh</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Feb 2008 03:17:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='salafiharoki.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1c8653aee532f3a152ba32dc237b5a7c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Salafi Haroki &#187; fatwa</title>
		<link>http://salafiharoki.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Fatwa Syaikh Abdullah bin Humaid Tentang Bomb Syahid</title>
		<link>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-abdullah-bin-humaid-tentang-bomb-syahid-2/</link>
		<comments>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-abdullah-bin-humaid-tentang-bomb-syahid-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 18:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiharoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[raddusy syubuhat]]></category>
		<category><![CDATA[bomb syahid]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiharoki.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu sore hari, pada tahun 1400 H, pada saat Syaikh Abdullah bin Humaid rahimahullahu Ta’ala –mantan Hakim Agung di Makkah Al-Mukarramah– sedang memberikan ceramah di samping pintu masuk ke sumur Zamzam di dekat Ka’bah Al-Musyarrafah, ada seseorang yang bertanya tentang hukum aksi bom syahid. Orang tersebut berkata, “Wahai Syaikh yang mulia, apakah hukumnya dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=25&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di suatu sore hari, pada tahun 1400 H, pada saat Syaikh Abdullah bin Humaid rahimahullahu Ta’ala –mantan Hakim Agung di Makkah Al-Mukarramah– sedang memberikan ceramah di samping pintu masuk ke sumur Zamzam di dekat Ka’bah Al-Musyarrafah, ada seseorang yang bertanya tentang hukum aksi bom syahid. Orang tersebut berkata, “Wahai Syaikh yang mulia, apakah hukumnya dalam Islam jika ada seorang muslim yang mengenakan seperangkat peledak, kemudian dia menyusup ke dalam sekumpulan musuh kaum muslimin dan meledakkan dirinya dengan maksud untuk membunuh sebanyak mungkin dari musuh tersebut?”<span id="more-25"></span><br />
Syaikh menjawab, “Alhamdulillah, sesungguhnya aksi individu seorang muslim  yang membawa seperangkat bahan peledak, kemudian dia menyusup ke dalam barisan musuh dan meledakkan dirinya dengan maksud untuk membunuh musuh sebanyak mungkin dan dia sadar bahwa dia adalah orang yang pertama kali terbunuh; saya katakan; bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah termasuk bentuk jihad yang disyariatkan. Dan, insya Allah orang tersebut mati syahid.” (Dikutip dari Al-‘Amaliyyat Al-Istiyhadiyyah fi Al-Mizan Al-Fiqhiy/DR. Nawaf Hail Takruri/hlm 101-102/penerbit Dar Al-Fikr, Beirut/Cetakan kedua edisi revisi/1997 M –1417 H.)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiharoki.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiharoki.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiharoki.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiharoki.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiharoki.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiharoki.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiharoki.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiharoki.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiharoki.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiharoki.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiharoki.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiharoki.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=25&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-abdullah-bin-humaid-tentang-bomb-syahid-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f4fd5bf5b7b77812a9720c1f49e48fb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafiharoki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Syaikh Al-Allamah Shalih bin Ghanim As-Sadlan Mengenai Bom Syahid</title>
		<link>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-al-allamah-shalih-bin-ghanim-as-sadlan-mengenai-bom-syahid/</link>
		<comments>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-al-allamah-shalih-bin-ghanim-as-sadlan-mengenai-bom-syahid/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 04:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiharoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[raddusy syubuhat]]></category>
		<category><![CDATA[bomb syahid]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiharoki.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman berkata, Sesudah menjelaskan keharaman aksi bom bunuh diri ini dari Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan mengatakan, Kemudian kita datang kepada beberapa gambaran dari aksi-aksi bunuh diri, yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dengan tujuan memancing kemarahan musuh.
Walaupun perbuatan ini tidak memajukan atau memundurkan, tetapi dengan banyaknya aksi-aksi ini bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=28&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman berkata, Sesudah menjelaskan keharaman aksi bom bunuh diri ini dari Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan mengatakan, Kemudian kita datang kepada beberapa gambaran dari aksi-aksi bunuh diri, yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dengan tujuan memancing kemarahan musuh.</span><span id="more-28"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Walaupun perbuatan ini tidak memajukan atau memundurkan, tetapi dengan banyaknya aksi-aksi ini bisa jadi akan melemahkan musuh atau membuat takut mereka. Aksi-aksi bunuh diri ini berbeda dari pelaku yang satu dengan pelaku yang lainnya. Kadang-kadang orang yang melakukan aksi bom bunuh diri ini terpengaruh oleh orang-orang yang membenarkan perbuatan ini, maka dia melakukannya dengan niat berperang, berjihad dan membela suatu keyakinan. Jika yang dibela benar, dan dia melakukannya dengan landasan pendapat orang yang membolehkannya maka bisa jadi dia tidak dikatakan bunuh diri; karena dia berudzur dengan apa yang dia dengar.( Koran Al-Furqon Kuwait, 28 Shafar, edisi 145, hal. 21 dengan perantaraan Salafiyyun wa Qadhiyatu Filisthin,hal. 62.)</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><br />
</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiharoki.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiharoki.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiharoki.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiharoki.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiharoki.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiharoki.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiharoki.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiharoki.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiharoki.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiharoki.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiharoki.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiharoki.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=28&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-al-allamah-shalih-bin-ghanim-as-sadlan-mengenai-bom-syahid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f4fd5bf5b7b77812a9720c1f49e48fb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafiharoki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Syaikh Salman Al Audah Tentang Operasi Bom Syahid</title>
		<link>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/25/fatwa-syaikh-salman-al-audah-tentang-operasi-bom-syahid/</link>
		<comments>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/25/fatwa-syaikh-salman-al-audah-tentang-operasi-bom-syahid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 13:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiharoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[raddusy syubuhat]]></category>
		<category><![CDATA[bom syahid]]></category>
		<category><![CDATA[salman audah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiharoki.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:
&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;
Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb. Fadhilatu Syaikh, telah banyak pembicaraan dan perdebatan seputar operasi mati syahid. Telah diselenggarakan berbagai seminar, diskusi dan ditulis berbagai pendapat serta berbagai selebaran dicetak antara yang pro dan yang kontra, yang semangat dan yang minder dan bimbang. Masing-masing pendapat mempunyai pendukungnya sehingga kita melihat dan mendengar suatu
keanehan!! Pada akhir-akhir ini dikeluarkan beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=27&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pertanyaan:<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb. Fadhilatu Syaikh, telah banyak pembicaraan dan perdebatan seputar operasi mati syahid. Telah diselenggarakan berbagai seminar, diskusi dan ditulis berbagai pendapat serta berbagai selebaran dicetak antara yang pro dan yang kontra, yang semangat dan yang minder dan bimbang. Masing-masing pendapat mempunyai pendukungnya sehingga kita melihat dan mendengar suatu<br />
keanehan!! Pada akhir-akhir ini dikeluarkan beberapa pendapat dari sebagian ulama yang tentunya ada pengaruhnya. Fadhilatu Syaikh, kami berharap supaya anda memberikan penjelasan kepada kami mengenai persoalan berikut ini.<span id="more-27"></span></p>
<p>Jawaban:<br />
&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Wassalamu&#8217;alaikum wr wb<br />
Persoalan yang disebut dengan operasi mati syahid termasuk persoalan kontemporer yang barangkali idak akan anda dapati nashnya dalam kitab-kitab para fuqoha dulu. Hal itu karena persoalan ini termasuk bentuk perlawanan baru yang muncul setelah adanya bahan peledak dan kemajuan tehnologinya. Masalah ini seringkalinya menjadi salah satu bagian dari apa yang disebut dengan perang urat saraf yang dijalani oleh sebuah kelompok yang siap berkorban dan beraksi cepat.<br />
Pentingnya perlawanan semacam ini telah nampak pada perang lokal Amerika dan pada perang dunia kedua dan setelahnya. Selanjutnya menjadi salah satu bagian dari aturan perang yang dikaji di institut-institut dan akademi-akademi perang. Dalam konteks lebih khusus, kaum muslimin butuh<br />
perlawanan semacam ini karena beberapa faktor berikut:</p>
<p>*- A.    Sifat siap berjuang, berkorban dan cinta mati syahid yang sudah menjadi tabiat mereka serta murahnya nilai kehidupan bagi mereka jika ia hina, maka mati secara mulia lebih baik bagi mereka daripada hidup dalam keadaan hina.</p>
<p>*- B.    Apa yang dirasakan oleh mereka di sejumlah nergara kaum muslimin dari kekejaman yang dilakukan musuhnya dan keberaniannya terhadap mereka karena memandang mereka terbelakang dalam hal ilmu pengetahuan, tehnologi dan peradaban sekaligus musuh mereka unggul dari segi ini.<br />
Sehingga jadilah negara-negara Islam santapan bagi kaum imperalis dan penjajah. Dan inilah yang kita saksikan di bumi Palestina, di Kashmir, di Chehcnya, di Afghanistan ditambah<br />
wilayah-wilayah Islam lain yang sebelumnya di bawah cengkraman Uni Soviet.</p>
<p>*- C.    Sulitnya ditemukan altenatif lain bagi mereka. Oleh karena ini, muncul banyak pertanyaan tentang operasi semisal ini yang oleh sebagian kalangan menyebutnya dengan operasi mati syahid sebagai isyarat membolehkan sesuai syariat. Sedang kalangan lain menyebutnya dengan operasi<br />
bunuh diri sebagai isyarat melarangnya atau sekedar ikut-ikutan media massa.</p>
<p>Dalam persoalan ini, para fuqoha telah berselisih pendapat antara melarang dan mengijinkan sesuai pandangan dan pendapat kuat yang nampak pada mereka. Dengan merujuk beberapa kondisi yang berupa pada nash-nash syar&#8217;i dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah, kita dapati apa yang barangkali sedikit memberi kepuasan dalam perkara ini.</p>
<p>1-) Dalam Musnad Abi Sya&#8217;ibah dari Muhammad bin Ishaq dari &#8216;Ashim bin Muhammad bin Qotadah berkata: Berkata Muadz bin Afra, Wahai Rasulullah, apa yang bisa membuat Robb tertawa terhadap hamba-Nya? Beliau bersabda: Dia menerjunkan diri di tengah musuh sendirian. Lalu orang itu<br />
melemparkan baju besi yang dipakainya dan maju berperang hingga akhirnya terbunuh. Dishahihkan oleh Ibnu Hizam pada Muhalla juz 7 hal 294. Disebutkan oleh Imam Thobari dalam Tarikh-nya juz 2 hal 33 dari Auf bin Harits yaitu Ibnu Afra. Demikian pada Siroh Ibnu Hisyam juz 3 hal 175.</p>
<p>2-) Ibnu Hazm telah meriwayatkan pada Muhalla yang sama dari Abi Ishaq As-Suba&#8217;i berkata: Aku mendengar seorang laki-laki bertanya kepada Barro&#8217; bin &#8216;Azib: Apa pendapatmu sekiranya ada seseorang sendirian menyerang batalyon musuh padahal mereka berjumlah seribu orang, apakah ia<br />
berarti menjerumuskan dirinya pada kebinasaan (bunuh diri, red)? Barro&#8217; menjawab: Tidak, namun yang disebut kebinasaan adalah seseorang melakukan dosa lalu menjerumuskan dirinya seraya berkata: tidak ada lagi taubat bagi saya. Ibnu Hazm berkata: Abu Ayyub Al-Anshary maupun Abu Musa Al-Asy&#8217;ari tidak mengingkari seseorang yang menyerang sendirian ke tengah pasukan yang banyak dan bertahan hingga terbunuh.</p>
<p>3-) Kisah Abu Ayyub di Kostantinopel terkenal dan sudah masyhur. Dalam kisah tersebut disebutkan ada seorang laki-laki dari kaum muslimin menyerang barisan pasukan Romawi hingga mampu menerobos ke tengah-tengah mereka. Lalu manusia berteriak seraya berkata: Subhanallah, ia tengah menjerumuskan dirinya pada kebinasaan? Maka Abu Ayyub berdiri seraya berkata: Wahai manusia,<br />
sesungguhnya kalian telah memalingkan ayat pada ta&#8217;wil seperti ini. Sesungguhnya ayat itu turun pada kami, kalangan Anshar. Ketika Allah telah memenangkan Islam dan telah banyak orang-orang yang membelanya. Maka sebagian kami berkata lirih kepada sebagian lain tanpa Rasulullah:<br />
Sesungguhnya harta kita telah lenyap dan Allah telah memenangkan Islam serta telah banyak menolongnya, sekiranya kita kumpulkan lagi harta kita sehingga kita dapat memperbaiki harta kita yang telah lenyap. Maka Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya……hingga akhir hadits. Hadits ini terdapat pada Sunan Turmudzi no 2898. Ia berkata: Hadits ini hasan shahih gharib. Juga diriwayatkan oleh Abi Daud no 2151.</p>
<p>4-) Sebagaimana diriwayatkan oleh para ahli sejarah dan Ibnul Mubarok dalam kitab Al Jihad juz 1 hal 134, tentang kisah Barro&#8217; bin Malik melemparkan dirinya ke tengah-tengah kaum murtad dari bani Hanifah. Pada beberapa sumber seperti Siyar juz 1 hal 196 serta yang lainnya disebutkan<br />
bahwa Barro&#8217; menyuruh rekan-rekannya untuk mengangkatnya di atas perisai dengan ujung-ujung<br />
tombak mereka lalu melemparkannya ke dalam benteng maka Barro&#8217; pun menerobos mereka, mengamuk dan menyerang hingga akhirnya ia dapat membuka pintu gerbang benteng. Pada hari itu ia mendapatkan 80 lebih luka-luka. Maka Kholid menugaskan seseorang pada hari itu untuk merawat luka-lukanya. Semisal hal ini terdapat pada kitab Tsiqot-nya Ibnu Hibban juz 2 hal 175, Tarikh Thobari juz 2 hal 281 serta yang lainnya. Mirip dengan ini adalah kisah Barro&#8217; radliyallahu anhu dengan bertutup muka.</p>
<p>5-) Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibi Ishaq, saya berkata kepada Barro&#8217;: Seseorang menyerang ke tengah-tengah kaum musyrikin, apakah ia termasuk orang yang melemparkan dirinya pada kebinasaan? (bunuh diri, pent) Barro&#8217; menjawab: Bukan, karena Allah Azza wa Jalla membangkitkan Rasulullah<br />
SAW seraya berfirman: &#8220;Maka berperanglah kamu di jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri.&#8221; (An Nisa: 84). Sesungguhnya hal itu hanyalah berkenaan dengan infaq. (maksudnya, orang yang tidak mau berinfaq fi sabilillah).</p>
<p>6-) Pada Shohih Muslim rohimahullah dari hadits Shuhaib yang panjang dan terkenal, disebutkan pemuda yang tidak sanggup mereka bunuh berkata kepada raja: &#8220;Anda tidak akan bisa membunuhku sampai anda melaksanakan apa yang saya perintahkan.&#8221; Raja bertanya: &#8220;Apa itu?&#8221; Ia menjawab:<br />
&#8220;Anda kumpulkan manusia di satu tempat lalu saliblah saya pada sebuah batang kemudian ambil satu anak panah dariku. Lalu letakkan anak panah itu di tengah busur kemudian ucapkan: Bismillah robbil Ghulam, dengan menyebut nama Allah Robbnya pemuda. Lalu panahlah aku. Jika anda telah<br />
melakukan itu, maka anda baru dapat membunuhku,&#8221; hadits. Dalam hadits tersebut diceritakan, raja melaksanakan apa yang diperintahkan pemuda lalu pemuda itupun meninggal. Maka manusia mengatakan: &#8220;Kami beriman kepada Robbnya pemuda. Kami beriman kepada Robbnya pemuda. Kami<br />
beriman kepada Robbnya pemuda.&#8221; Hadits tersebut terdapat pada Musnad No:22805 dan yang lainnya. Pemuda ini telah menunjukkan kepada raja tentang cara yang dapat membuat ia terbunuh. Kemudian dijalankan oleh raja sehingga terwujudlah maslahat umum yang besar dengan anak panah yang dilemparkan kepada pemuda itu dimana semua manusia menjadi beriman kepada Allah setelah sampai kepada mereka berita tentang pemuda dan karomah yang Allah perlihatkan kepadanya.</p>
<p>7-) Dalam hadits Abu Sa&#8217;id Al Khudhry, berkata: Bersabda Rasulullah SAW: &#8220;Orang-orang yang berada di front terdepan ketika perang lalu tidak menolehkan mukanya hingga terbunuh, maka mereka itu mendiami kamar-kamar tertinggi di jannah. Robb mereka tertawa kepada mereka. Sesungguhnya jika Robbmu tertawa kepada suatu kaum maka tidak ada hisab lagi bagi mereka.&#8221;<br />
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Sya&#8217;ibah juz 4 hal 569, Thobroni, Abu Ya&#8217;la, Ibnul Mubarok dalam Al Jihad, Abu Nu&#8217;aim dalam Hilyah serta yang lain. Al Mundzir berkata: perowi-perowinya tsiqoh.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8-)' class='wp-smiley' /> Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Mudrik bin &#8216;Aus Al Ahmasi, berkata: Saya berada pada Umar ra lalu mengatakannya. Di situ disebutkan: &#8220;Wahai Amirul mukminin, ada seorang laki-laki yang mengorbankan dirinya sendiri.&#8221; Maka Mudrik bin Auf berkata: &#8220;Demi Allah<br />
orang itu adalah pamanku wahai Amirul Mukminin. Orang-orang menganggap dia telah mencampakkan<br />
dirinya pada kebinasaan.&#8221; Maka Umar berkata: &#8220;Dusta mereka. Melainkan ia termasuk orang yang membeli akhirat dengan dunia.&#8221;</p>
<p>9-) Berkata Muhammad bin Hasan Asy Syaibani dalam Siyar juz 1 hal 163: Adapun orang yang yang menerjang musuh berarti ia telah berusaha memenangkan dien dan akan menghadapi mati syahid untuk mendapatkan kehidupan abadi. Lantas bagaimana ia (dikatakan) mencampakkan diri pada kebinasaan? Kemudian ia berkata: Tak mengapa seseorang melakukan serangan sendirian sekalipun ia menduga akan terbunuh jika ia melihat dirinya dapat berbuat sesuatu lalu terbunuh, terluka atau kalah. Hal itu telah dilakukan sejumlah kalangan sahabat di hadapan Rasulullah SAW pada perang Uhud.</p>
<p>Dan beliau memuji mereka. Dikatakan kepada Abu Hurairah: Tidakkah anda melihat Sa&#8217;ad bin Hisyam ketika bertemu antara dua pasukan, ia menerjang lalu menyerang hingga terbunuh. Ia telah mencampakkan dirinya pada kebinasaan. Abu Hurairah berkata: Sekali-kali bukan. Namun ia telah<br />
mempraktekkan satu ayat dalam kitabullah, Wa minannaasi man yasyrii nafsahu ibtighooa mardhotillah. (Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena memburu keridhoan Allah). (Al Baqarah: 207). Adapun jika ia mengetahui tidak dapat menjatuhkan korban pada mereka, maka tidak boleh ia menerjang ke mereka karena tindakannya itu tidak menghasilkan sesuatu yang kembali kepada upaya memenangkan dien. Akan tetapi ia hanya terbunuh saja. Sedang Allah telah berfirman: &#8220;Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri&#8221;. Jika ia tidak menjatuhkan<br />
korban sehingga tidak memberikan faedah yang dimaksud, maka ia tidak perlu maju untuk itu.</p>
<p>10-) Al Hafidz Ibnu Hajar pada persoalan satu orang melakukan serangan kepada sejumlah besar musuh menyebutkan, jumhur secara tegas menyatakan bahwa jika hal itu didorong oleh keberaniaannya yang kelewat dan ia menduga musuh akan keder dengan tindakannya itu atau dapat membangkitkan keberanian kaum muslimin menghadapi musuh maupun tujuan-tujuan benar semisal itu<br />
maka tindakannya tersebut BAGUS. Sedang jika hal itu sekedar tindakan ngawur maka dilarang.<br />
Apalagi jika hal itu menimbulkan kelemahan kaum muslimin. Lihat Subulu Salam juz 2 hal 473.</p>
<p>11-) Ibnu Hajar mensyaratkan hal itu pada Hasyiah Dasuqi juz 2 hal 208 dengan dua hal:<br />
a-) Tujuannya demi meninggikan kalimat Allah.<br />
b-) Ia menduga dapat memberikan efek pada mereka.</p>
<p>12) Ibnul Aroby menyebutkan pada juz 1 hal 166, pendapat yang benar adalah boleh satu orang maju menghadapi sejumlah besar kaum kuffar, karena di situ ada empat sisi:<br />
a-) Memburu mati syahid.<br />
b-) Mewujudkan kerugian.<br />
c-) Membangkitkan keberanian kaum muslimin menghadapi mereka.<br />
d-) Lemahnya jiwa musuh karena mereka akan melihat hal itu hanyalah tindakan seorang saja dari kaum muslimin, lah bagaimana bayanganmu kalau semuanya???</p>
<p>13) Ibnu Taimiyyah berkata pada Inshof juz 4 hal 116: Disunnahkan terjun ke tengah musuh demi  adanya kemaslahatan kaum muslimin. Namun jika tidak ada, maka dilarang karena termasuk membinasakan diri. Pada kebanyakan nash-nash dan riwayat ini diperhatikan tentang adanya seorang laki-laki atau beberapa orang yang berangkat dari sekelompok kaum muslimin dan kamp mereka menuju sasaran musuh. Namun pada sebagian nash tadi sebagaimana pada kisah pemuda mukmin, tidak demikian.  Pendapat yang kuat dari sekumpulan nash tadi Wallahu a&#8217;lam, boleh menjalankan operasi semacam yang ditanyakan ini. Yakni, operasi mati syahid atau bom mati syahid, pent. Dengan<br />
syarat-syarat yang disimpulkan dari perkataan para Fuqoha. Diantaranya yang terpenting yaitu;<br />
a) Hal itu dilakukan demi meninggikan kalimat Allah.<br />
b) Ada dugaan kuat atau yakin, bahwa hal itu mengakibatkan kerugian di pihak musuh dengan korban tewas, luka-luka, kekalahan, atau membangkitkan keberanian kaum muslimin terhadap musuh atau melemahkan mental mereka ketika melihat bahwa itu hanyalah tindakan satu orang maka bagaimana kalau semuanya melakukan hal sama.Menentukan hal ini tidak mungkin diserahkan kepada setiap person orang dan individu mereka. Lebih-lebih pada kondisi manusia seperti hari ini. Namun harus dikeluarkan dari orang-orang berpengalaman, menguasai dan mengerti kondisi dari segi militer dan politik, dari kalangan pejuang Islam dan wali-walinya.<br />
c) Hal itu dilakukan dalam rangka melawan kaum kuffar yang telah mengumumkan perang terhadap kaum muslimin. Sebab kaum kuffar itu ada beberapa macam: diantara mereka ada orang-orang kafir muharib, (yakni yang memposisikan diri sebagai lawan kaum muslimin, pent), ada juga orang-orang<br />
kafir musalim, yang menyerah atau tunduk, ada orang kafir musta&#8217;man, yang minta diberi jaminan keamanan, ada orang-orang kafir dzimmi, (yakni yang hidup dan tunduk patuh di bawah kekuasaan Daulah Islam dengan membayar jizyah sebagai ganti jaminan keamanan hidup). Di antara mereka ada orang kafir muahid (yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin dan masih setia dengan perjanjiannya).  Kekafiran tidak secara mutlak membolehkan mereka dibunuh bahkan dalam sebuah hadits shahih sebagaimana pada Shahih Bukhari no 2930 dari Abdullah bin Amru dari Nabi saw bersabda: &#8220;Barangsiapa membunuh muahid (orang kafir yang masih setia dengan perjanjian dengan kaum muslimin) maka ia tidak akan mencium bau surga padahal bau wangi surga itu dapat tercium dari perjalanan 40 tahun.&#8221; Diriwayatkan oleh Nasai, Ahmad, Ibnu Majah dan yang lain.<br />
d) Operasi itu dilakukan di negara mereka atau di negara yang mereka masuki, mereka serobot dan mereka kuasai dan kaum muslimin hendak melakukan perlawanan terhadap mereka dan mengusirnya. Seperti Yahudi di Palestina, Rusia di Chechnya dimana memungkinkan untuk dijalankan operasi ini<br />
terhadap mereka dengan syarat-syarat di atas.</p>
<p>Barangsiapa menjalankan operasi ini sesuai syarat-syarat yang telah diakui secara syar&#8217;I maka dengan ijin Allah ia syahid jika niatnya benar. Sesungguhnya amal itu dinilai sesuai niatnya. Orang itu dido&#8217;akan dan semoga Allah merahmatinya. Dan dibolehkan menyerahkan dana guna operasi ini dari baitul mal atau dari zakat karena ia termasuk fi sabilillah atau dari sumber-sumber yang lain. Ijtihad dalam bab ini terbuka dimana bisa salah bisa benar. Tetapi kaum muslimin bertaqwa kepada Allah sesuai dengan kemampuannya.</p>
<p>Wallahu A&#8217;lam.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiharoki.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiharoki.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiharoki.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiharoki.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiharoki.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiharoki.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiharoki.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiharoki.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiharoki.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiharoki.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiharoki.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiharoki.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=27&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/25/fatwa-syaikh-salman-al-audah-tentang-operasi-bom-syahid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f4fd5bf5b7b77812a9720c1f49e48fb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafiharoki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Syaikh Abdullah bin Humaid Tentang Bomb Syahid</title>
		<link>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/25/fatwa-syaikh-abdullah-bin-humaid-tentang-bomb-syahid/</link>
		<comments>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/25/fatwa-syaikh-abdullah-bin-humaid-tentang-bomb-syahid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 04:31:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiharoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[raddusy syubuhat]]></category>
		<category><![CDATA[bomb syahid]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/25/fatwa-syaikh-abdullah-bin-humaid-tentang-bomb-syahid/</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu sore hari, pada tahun 1400 H, pada saat Syaikh Abdullah bin Humaid rahimahullahu Ta’ala –mantan Hakim Agung di Makkah Al-Mukarramah– sedang memberikan ceramah di samping pintu masuk ke sumur Zamzam di dekat Ka’bah Al-Musyarrafah, ada seseorang yang bertanya tentang hukum aksi bom syahid. Orang tersebut berkata, “Wahai Syaikh yang mulia, apakah hukumnya dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=26&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di suatu sore hari, pada tahun 1400 H, pada saat Syaikh Abdullah bin Humaid rahimahullahu Ta’ala –mantan Hakim Agung di Makkah Al-Mukarramah– sedang memberikan ceramah di samping pintu masuk ke sumur Zamzam di dekat Ka’bah Al-Musyarrafah, ada seseorang yang bertanya tentang hukum aksi bom syahid. Orang tersebut berkata, “Wahai Syaikh yang mulia, apakah hukumnya dalam Islam jika ada seorang muslim yang mengenakan seperangkat peledak, kemudian dia menyusup ke dalam sekumpulan musuh kaum muslimin dan meledakkan dirinya dengan maksud untuk membunuh sebanyak mungkin dari musuh tersebut?”<span id="more-26"></span><br />
Syaikh menjawab, “Alhamdulillah, sesungguhnya aksi individu seorang muslim  yang membawa seperangkat bahan peledak, kemudian dia menyusup ke dalam barisan musuh dan meledakkan dirinya dengan maksud untuk membunuh musuh sebanyak mungkin dan dia sadar bahwa dia adalah orang yang pertama kali terbunuh; saya katakan; bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah termasuk bentuk jihad yang disyariatkan. Dan, insya Allah orang tersebut mati syahid.”</p>
<p>(Dikutip dari Al-‘Amaliyyat Al-Istiyhadiyyah fi Al-Mizan Al-Fiqhiy/DR. Nawaf Hail Takruri/hlm 101-102/penerbit Dar Al-Fikr, Beirut/Cetakan kedua edisi revisi/1997 M –1417 H.)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiharoki.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiharoki.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiharoki.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiharoki.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiharoki.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiharoki.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiharoki.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiharoki.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiharoki.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiharoki.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiharoki.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiharoki.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=26&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/25/fatwa-syaikh-abdullah-bin-humaid-tentang-bomb-syahid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f4fd5bf5b7b77812a9720c1f49e48fb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafiharoki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Syaikh Masyhur Hasan Salman Tentang Sayyid Qutb</title>
		<link>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/24/fatwa-syaikh-masyhur-hasan-salman-tentang-sayyid-qutb/</link>
		<comments>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/24/fatwa-syaikh-masyhur-hasan-salman-tentang-sayyid-qutb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 06:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiharoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[raddusy syubuhat]]></category>
		<category><![CDATA[Fi Dzilalil Quran]]></category>
		<category><![CDATA[sayyid qutb]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Masyhur Hasan Salman]]></category>
		<category><![CDATA[syed qutb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/24/fatwa-syaikh-masyhur-hasan-salman-tentang-sayyid-qutb/</guid>
		<description><![CDATA[
Fadhilatusy Syaikh Masyhur Hasan Salman ditanya mengenai pendapatnya tentang Sayyid Qutb sebagaimana bisa dijumpai dalam website pribadi beliau Beliau hafidzahullah menjawab : Terdapat dua kesalahan pembicaraan mengenai Sayyid Qutb, dan ucapan ini adalah ibadah.Dan saya (meniatkan) ibadah dalam apa yang akan saya katakan.Sungguh telah salah orang yang mengkafirkan Sayyid Qutb dengan menginteraksinya yakni dengan membawa ungkapan-ungkapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=22&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="postentry">
<div class="snap_preview">Fadhilatusy Syaikh Masyhur Hasan Salman ditanya mengenai pendapatnya tentang Sayyid Qutb sebagaimana bisa dijumpai dalam website pribadi beliau <a href="http://almenhaj.net/makal.php?linkid=388"></a>Beliau <i>hafidzahullah</i> menjawab : Terdapat dua kesalahan pembicaraan mengenai Sayyid Qutb, dan ucapan ini adalah ibadah.Dan saya (meniatkan) ibadah dalam apa yang akan saya katakan.Sungguh telah salah orang yang mengkafirkan Sayyid Qutb dengan menginteraksinya yakni dengan membawa ungkapan-ungkapan beliau yang (sebenarnya) tidak merusak keadaan beliau.Dan sebuah buku berisikan pengkafiran Sayyid Qutb, maka ini adalah bentuk kedzaliman terhadap beliau.Dan diantara kedzaliman terhadapnya adalah membawa lafadz-lafadz Sayyid Qutb padahal sesungguhnya tidak menciderai keadaan beliau.Bahkan dari kedzaliman juga terhadap Sayyid Qutb dengan menginteraksi dan menghukumi lafadz-lafadz serta ungkapan Sayyid dengan ungkapan serta istilah-istilah para ulama (definisi keilmuan syariat).Hanya saja seharusnya kita menghukuminya dengan ungkapan dan istilah kesusasteraan.Disanalah ada dua perbedaan besar antara dua hal.<span id="more-22"></span></p>
<p><span></span><br />
Sayyid Qutb dalam bukunya berkata tentang Rabb kita ‘<i>azza wa jalla</i> dengan ungkapan <i>“Risyatul Kauni Al-Mubdi’ah”</i> (Pena  yang mencipta alam semesta).Dan berkata juga tentang Rabb kita dengan ungkapan <i>“Muhandisul Kauni Al-A’dzom”</i>(Arsitek alam yang maha agung).Maka engkau lihat bagaimana Sayyid Qutb mensifati Allah dengan “Pena yang mencipta”.Apakah Sayyid berkeyakinan bahwa Allah itu pena? Dan apakah Allah itu seorang arsitek yang disisinya ada peralatan teknik? Tentu tidak.</p>
<p>Maka siapa yang mengkafirkan Sayyid Qutb karena menurut persangkaannya Sayyid itu mengatakan bahwa Allah adalah pena,ini adalah kedzaliman terhadapnya.Oleh karenanya siapa yang mengkafirkan Sayyid Qutb berarti dia menghukumi ungkapan-ungkapannya dengan istilah para ulama.Sayyid Qutb adalah seorang sustrawan dan bukan ulama.Dan pemahaman akan hal seperti ini cukup melegakan kita.Dan kami menyingkatnya dari pembahasan yang panjang serta luas.Dan (yang seperti diatas) ini bagian dengki dalam mendudukkan Sayyid Qutb</p>
<p>Dan menurut kami ada bagian lain dari anggapan terhadap Sayyid dengan ucapan yang diharamkan.Dan amat celaka bagi yang berbicara tentangnya, dengan berkata :Sayyid melakukan demikian dan demikian……Kami katakan, “Apa yang telah dilakukannya adalah bagi dirinya!?”.Dan kami memohon kepada Allah agar menerimanya dan Allah lah yang maha luas bijaknya dari seluruh hakim.</p>
<p>Akan tetapi yang penting adalah apa yang dia telah tulis dan segala sesuatunya selayaknya diluruskan.Dan kewajiban terhadap pelurusan ini dapat ditemui pada saudara nya yakni Al-Ustadz Muhammad Qutb.Beliau telah mencetak buku-buku saudaranya (Sayyid Qutb) dan dalam catatan-catatan kakinya dia berikan komentar-komentar akan penjelasan kesalahan-kesalahan Sayyid Qutb.Dan juga dijelaskan bahwa maksud Sayyid bukan demikian dan demikian.Maka sekarang kami lega dari extrimnya para kaum kafir dan dari takwilnya para pentakwil yang tidak mau (jujur) berkata bahwa Sayyid Qutb telah tersalah dalam perkataannya.</p>
<p>Dan saya memandang bahwa hal seperti ini adalah hal yang wajib, meskipun para ulama telah menulis kesalahan-kesalahan Sayyid Qutb,kitab -kitab beliau masih tersebar dan tidak sampai pelurusan-pelurusan yang disampaikan ahli ilmu.Diantaranya seperti apa yang ditulis Asy-Syaikh Rabi’ dan selainnya dengan bahasa ilmu (syariat) serta kritikan para ulama tidak sampai (dimengerti) semua orang, terutama bagi para pengagum Sayyid Qutb.</p>
<p>Sayyid Qutb menulis (kitab-kitabnya) dengan perasaannya, dan menulis dengan kiasan,dan menulis dengan ungkapan-ungkapan sastra sehingga (tentu) terdapat hal-hal yang berlawanan dengan bahasa ulama (definis syariat).Kita berbicara dalam (bahasan) tauhid, bahwa Sayyid Qutb mengingkari bahwa Allah ber-istiwa (bersemayam) diatas <i>Arsy</i>-nya.Dimana Sayyid berkata istiwa dengan makna istawlaa (menguasai).Dan ini adalah kesalahan besar.Bahkan dia ingkari dengan takwilnya.Juga dapat ditemui dalam kitab Sayyid Qutb ungkapan-ungkapan keras mengenai sahabat (Nabi <i>shalallahu ‘alaihi wasalam</i>) terkhusus Amr bin Ash dan Muawiyah,misalnya dalam <i>“Kutub Syakhshiat”</i> (hal 242) berkata “Tatkala Muawiyah dan sahabatnya cenderung kepada kedustaan,kecurangan, bertipu muslihat,nifaq, suap,jual beli darah, (maka) Ali tidaklah memiliki kemampuan sampai pada tingkatan terendah seperti ini”. Ini adalah ungkapan yang berbahaya sekali terhadap sahabat Rasulillah <i>shalalllahu ‘alaihi wasalam</i> dan tidak akan mengatakannya orang yang paham tentang aqidah serta mengetahui bahwa kewajiban kita adalah menahan diri dari perselisihan yang terjadi dikalangan sahabat Rasulillah <i>shalallahu ‘alaihi wasalam</i> sebagaimana datang dalam hadist “<i>Idzaa dzakaro ashhabii fa amsikuu</i>” (Apabila disebutkan tentang sahabatku maka tahanlah).Adapun disifatinya Muawiyah dan Anr dengan dusta dan curang serta penipu, maka kami berlepas diri menyerahkannya kepada Allah akan urusan ini.</p>
<p>Juga dalam kitabnya <i>“Al-’Adalah Al-Ijtimaiyah”</i>(hal 172) Sayyid mensifati khalifah yang terbimbing Ustman bahwa dia celah antara hukum Abu Bakr ,Umar dan Ali.Dan dalam halaman 159,Sayyid berkata (Telah berubah keadaan pada zaman kekuasaan Ustman ,meskipun masih dalam pagar islam).Bahkan juga Sayyid berkata ( Ali datang untuk membantah gambaran islam dalam hukum kepada jiwa-jiwa penguasa dan manusia) Maka pernyataan ini seolah-olah Ustman tidak berhukum dengan islam ,dan ungkapan seperti ini keras dan kami tidak menerimanya.</p>
<p>Maka salahlah siapa yang mengkafirkan Sayyid Qutb dan juga salah orang yang membiarkan atau membaikkan.Dan selayaknya kita berani agar orang-orang yang bodoh tidak lancang (keblablasan),terhadap Sayyid.Maka kita jelaskan dengan mengatakan, ini salah dan itu salah serta maksudnya demikian dan demikian agar batu di wajahnya bagi yang mengkafirkan sayyid qutb.Dan meletakkan sesuatu pada tempat-tempatnya.Maka dalam berlebihan terhadap Sayyid dan berlebihan dalam kebencian terhadapnya.Dan kebanyakan para syabab (pemuda) hari ini sangat disayangkan ,dimana mereka belajar agama Allah dan tumbuh bersama kitab-kitab Sayyid Qutb padahal tidak didapati pada kitab-kitab Sayyid ilmu syar’iy (yang mencukupi).Maka adalah yang pokok bagi para pemuda ini agar mengokohkan diri dalam ilmu syariat.Maka selayaknya mereka menerima KItab dan Sunnah.Dan inilah menurut saya pada permasalahan ini.Semoga Allah memberikan taufiq kepada antum akan kebaikan dan menjauhkan saya serta antum kejelekan -kejelekan dan kemungkaran</p></div>
</div>
<p>ما رأيك في سيد قطب؟<br />
الشيخ مشهور حسن ال سلمان</p>
<p>السؤال 363: ما رأيك في سيد قطب؟</p>
<p>سيد قطب في كتبه يقول عن ربنا عز وجل &#8220;ريشة الكون المبدعة&#8221; ويقول أيضا ًعن ربنا &#8220;مهندس الكون الأعظم&#8221; فيا ترى لما يقول سيد عن ربنا الريشة المبدعة، هل يظن سيد أن الله ريشة؟ وهل يظن انه مهندس عنده أنه مهندس عنده أدوات هندسية؟ قطعاً لا، فمن يكفر سيد لأنه يظن أن سيد يعتقد أن الله ريشة، هذا ظلم لسيد قطب، ولذا من كفر سيد قطب فإنه يحاكم ألفاظه باصطلاحات العلماء، وسيد قطب من الأدباء وليس من العلماء، ولو نفهم فقط هذا الأمر لارتحنا، وهذا يقصر علينا مسافة واسعة، وهذا فريق غلا في الحط على سيد.</p>
<p>وعندنا فريق آخر اعتبر سيد قطب منطقة محرمة، والويل كل الويل لمن تكلم عليه، فيقول : سيد فعل وفعل&#8230;. نقول: ما فعله له، ونسأل الله أن يتقبله وهو أفضى إلى أحكم الحاكمين.</p>
<p>لكن الخطورة فيما كتب وفيما كتب أشياء ينبغي أن تقوم، وأوجب الواجبات في تقويم ما كتب يلقى عاتق أخيه الأستاذ محمد قطب، وياليت محمد قطب يطبع كتب أخيه وفي هوامشه تعليقات فيها بيان لأخطاء سيد قطب، ويبين أنه ليس مراده كذا وكذا، فحينئذ نرتاح من غلو الكافرين ونرتاح من تاويل المأولين الذين لا يريدون أن يقولوا إن سيد قد وقع في كلامه خطأ، وانا أرى أن هذا واجباً فمهما كتب العلماء في أخطاء سيد قطب، تبقى كتبه شائعة، ولا يصل التقويم الذي كتبه أهل العلم، من أمثال الشيخ ربيع وغيره، بلغة العلم ونقد العلماء، لا يصل إلى كل الناس، لاسيما المعجبين بسيد قطب.</p>
<p>فسيد قطب كتب بعاطفة ،وكتب بتجوز، وكتب بعبارات الأدباء، فوقعت في كتبه أشياء مرودوة، مرفوضة بلغة العلماء. ونحن نتكلم عن التوحيد فسيد ينكر ان يكون الله استوى على عرشه، ويقول استوى بمعنى استولى، وهذا خطأ كبير، بل ينكر العرش ويأوله ،ويوجد في كتب سيد قطب عبارات شديدة حول الصحابة، لاسيما عمرو بن العاص ومعاوية، فمثلاً في كتابه &#8220;كتب وشخصيات&#8221; (242) يقول: (وحين يركن معاوية وزميله إلى الكذب والغش والخديعة والنفاق والرشوة وشراء الذمم لايملك علي أن يتدلى إلى هذا الدرك الأسفل)، فهذه عبارات خطيرة جداً، في أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا يقولها من يعرف العقيدة، ويعلم أن الواجب علينا أن نكف عما شجر بين أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فكما جاء في الحديث: {إذا ذكر أصحابي فأمسكوا}، أما أن يوصف معاوية وعمر بالكذب والغش والخديعة فنبرأ إلى الله من هذا، وفي كتابه &#8220;العدالة الاجتماعية&#8221; (172) يصف حكم الخليفة الراشد عثمان بأنه فجوة بين حكم أبي بكر وعمر وبين علي، وفي ص 159، يقول عن حكم عثمان: (تغير شيء ما على عهد عثمان، وإن بقي في سياج الإسلام)، بل يقول: (جاء علي ليرد التصور الإسلامي للحكم إلى نفوس الحكام والناس) فكأن عثمان ما كان يحكم بالإسلام، وهذه عبارات شديدة لا نرضاها.</p>
<p>فمن يكفر سيد قطب مخطئ، ومن يسوغ ويبرر لسيد أخطاؤه مخطئ، وينبغي ان نكون جريئين كي لا نجرئ السفهاء، على سيد، فنصرح ونقول: هذا خطأ وهذا خطأ ومراده كذا كي تكون حجراً في وجه من يكفر سيد قطب، ونضع الأشياء في اماكنها ففي سيد غلو في الحب وغلو في البغض، وكثير من شباب اليوم للأسف يتعلمون دين الله وينشأون على كتب سيد قطب، وكتب سيد قطب لا  يوجد فيها علم شرعي، فيها خواطر وعواطف وأدب، وليس علماً شرعياً، فالأصل في الشباب أن يتأصلون في العلم الشرعي، من خلال كتب الأئمة والفقهاء والعلماء، فينبغي أن يكون الإقبال على الكتاب والسنة وهذا ما عندي في هذه المسألة وفقني الله وإياكم للخيرات وجنبني وإياكم الشرور والمنكرات</p>
<p>الجواب: سيد قطب أخطأ فيه اثنان، واقول هذا عبادة، وأعبد الله عز وجل فيما أقول: فقد أخطأ في سيد قطب من كفره، وقد عامله وحمل عباراته ما لايخطر بباله ولواحد كتاب في تكفير سيد قطب، وهذا ظلم له، فمن الظلم له أن نحمل ألفاظه ما لا يخطر في باله، بل من الظلم لسيد قطب أن نعامله وأن نحاكم ألفاظه وعباراته بعبارات واصطلاحات العلماء، وإنما نحاكمها بعبارات واصطلاحات الادباء، وهناك فرق كبير بين الأمرين..</p>
<p>Terjemahan dari blog salafy itb:</p>
<p>http://salafyitb.wordpress.com/2007/08/21/antara-kedzaliman-dan-pelurusan-sayyid-qutb/</p>
<p>Teks asli:</p>
<p><a href="http://almenhaj.net/makal.php?linkid=388">http://almenhaj.net/makal.php?linkid=388</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiharoki.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiharoki.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiharoki.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiharoki.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiharoki.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiharoki.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiharoki.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiharoki.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiharoki.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiharoki.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiharoki.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiharoki.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=22&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/24/fatwa-syaikh-masyhur-hasan-salman-tentang-sayyid-qutb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f4fd5bf5b7b77812a9720c1f49e48fb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafiharoki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Samahah al-Syeikh ‘Abdul ‘Aziz Aali al-Syeikh, Mufti Saudi tentang Syed Qutb r.h dan kitabnya Fi Zilal al-Quran (Tarikh 24/6/1426 H-2/8/2005 M)</title>
		<link>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/24/fatwa-samahah-al-syeikh-%e2%80%98abdul-%e2%80%98aziz-aali-al-syeikh-mufti-saudi-tentang-syed-qutb-rh-dan-kitabnya-fi-zilal-al-quran-tarikh-2461426-h-282005-m/</link>
		<comments>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/24/fatwa-samahah-al-syeikh-%e2%80%98abdul-%e2%80%98aziz-aali-al-syeikh-mufti-saudi-tentang-syed-qutb-rh-dan-kitabnya-fi-zilal-al-quran-tarikh-2461426-h-282005-m/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 04:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiharoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[raddusy syubuhat]]></category>
		<category><![CDATA[sayyid qutb]]></category>
		<category><![CDATA[syed qutb]]></category>
		<category><![CDATA[Syeikh Abdul Aziz Aali al-Syeikh]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Fi Dzilalil Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/24/fatwa-samahah-al-syeikh-%e2%80%98abdul-%e2%80%98aziz-aali-al-syeikh-mufti-saudi-tentang-syed-qutb-rh-dan-kitabnya-fi-zilal-al-quran-tarikh-2461426-h-282005-m/</guid>
		<description><![CDATA[“Wahai saudara-saudaraku, tafsir Syed Qutb – Fi Dzilal al-Quran- ialah sebuah kitab, ia bukannya tafsir (yang sebenarnya). Syed Qutb menamakannya sebagai (تحت ظلال القرآن) “dibawah lembayung al-Quran” yakni seolah-olah dikatakan kepada semua muslimin, al-Quran ini ialah peraturan untuk ummah yang mana mereka hidup di bawah lembayungnya.
Mereka meminum dari sasteranya sesuatu yang jernih bersih dan mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=21&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div align="justify">“Wahai saudara-saudaraku, tafsir Syed Qutb – Fi Dzilal al-Quran- ialah sebuah kitab, ia bukannya tafsir (yang sebenarnya). Syed Qutb menamakannya sebagai (تحت ظلال القرآن) “dibawah lembayung al-Quran” yakni seolah-olah dikatakan kepada semua muslimin, al-Quran ini ialah peraturan untuk ummah yang mana mereka hidup di bawah lembayungnya.<span id="more-21"></span></p>
<p>Mereka meminum dari sasteranya sesuatu yang jernih bersih dan mereka mengambil al-Quran dengan hati mereka, pasti mereka mendapati padanya ada penyembuh kepada masaalah-masaalah, penyelesaian kepada tuntutan-tuntutan, dan pemusnah keluh kesah mereka hinggalah ke akhirnya.</p></div>
<div align="justify">
Kitab (Fi Dzilal al-Quran) itu baginya uslub yang tinggi. Uslub yang ditulis oleh al-Syed (Qutb) menyebabkan sebahagian orang menyangka pada permulaan ibaratnya adanya kesyirikan, adanya celaan kepada para anbiya’ dan sebagainya… Kalaulah diulangi meneliti ibarat-ibaratnya pasti akan didapati uslubnya adalah uslub sastera yang tinggi. Akan tetapi uslub ini tidak difahami melainkan bagi orang-orang yang mendalami membaca kitabnya. Kitab (Fi Dzilal al-Quran itu) – [Rakaman tidak jelas] &#8211; tidak sunyi dari perkara-perkara yang memerlukan semakan dan pembetulan, sama seperti kitab-kitab yang lain yang juga tidak sunyi dari perkara-perkara yang memerlukan semakan dan pembetulan demikian juga kesalahan. Akan tetapi secara keseluruhannya bahawasanya penulis (Syed Qutb) telah menulisnya (Fi Dzilal al-Quran) dalam keadaan rasa ghairah dan cinta terhadap agama Islam. Disamping itu Penulis (Syed Qutb) itu, dia seorang pendidik dan peradaban umum. Maka apa yang terhasil darinya dalam tafsir ini (Fi Dzilal al-Quran) perumpamaan-perumpamaan yang banyak – [Rakaman tidak jelas]. Maka diambil darinya (Syed Qutb dan kitabnya) potongan-potongan yang bermanfaat dan noktah-noktah yang baik, adapun kesalahan dan kesilapan yang ada padanya – [Rakaman tidak jelas]- dimaafkan disebabkan kekurangan ilmu, memandangkan beliau bukanlah seorang ahli tafsir, sebaliknya beliau adalah seorang ahli dalam peradaban umum, maka perumpamaan-perumpamaan yang dibuatnya kadang-kala difahami daripadanya sebahagian manusia sebagai satu kesalahan, kerana uslub perumpamaannya tinggi daripada uslub orang yang membacanya. Kalau diulang pemerhatian berkali-kali tidak didapati padanya (Fi Dzilal al-Quran) sangkaan-sangkaan (buruk) yang ada, sebaliknya ianya adalah uslub daripada uslub-uslub yang tinggi yang saling mengurangkan (menyukarkan) kefahaman sebahagian manusia terhadapnya, barangkali juga (salah faham itu terjadi) disebabkan buruk sangka. Maka seorang muslim tidak sepatutnya – {Rakaman tidak jelas]- atas wujudnya keaiban-keaiban. Maka ambillah kebenaran dari sesiapa sahaja yang mendatangkannya. Sepatutnya seseorang mengetahui bahawasanya setiap manusia (Basyar) semua mereka adanya kekurangan dan kesalahan – [Rakaman tidak jelas]- Adapun kemaksuman itu (al-‘Ismah) hanyalah untuk kitab ALLAH dan perkataan Nabi s.a.w. Apa yang lain daripada kitab ALLAH dan al-Sunnah, maka kesalahan boleh berlaku padanya, terutamanya daripada seorang insan yang telah hidup dalam masyarakat, melihat apa yang telah terjadi, dan telah bermusafir ke Barat beberapa tahun. Cukuplah kepada kita darinya (Syed Qutb) apa yang telah dia perolehi dalam perjalannannya, sebahagian daripada potongan-potongan kalimat yang bermanfaat (ada di dalam kitab Fi Dzilal) kalau seseorang insan membacanya berulang kali, pasti dia akan melihat di dalamnya (Fi Dzilal al-Quran) kebaikan yang banyak.&#8221;</div>
<div align="justify"></div>
<div align="justify">فتوى سماحة الشيخ عبدالعزيز آل الشيخ مفتي المملكة العربية السعودية عن سيد قطب رحمه الله وكتابه في ظلال القرآن .. تاريخ الفتوى 2-8-2005السائل: أحسن الله إليكم يقول سماحة الشيخ مالفرق بين أحدية الوجود في تفسير الظلال وفكرة وحدة الوجود الضالة ؟<br />
المفتي : كيف ؟ كيف ؟ مالفرق بين ؟<br />
السائل : مالفرق بين أحدية الوجود في تفسير الظلال وفكرة وحدة الوجود الضالة ؟<br />
المفتي : يا إخواني تفسير سيد قطب في ظلال القرآن هو كتاب ليس تفسير لكنه قال تحت ظلال القرآن يعني كأنه يقول للمسلمين هذا القرآن نظام الأمة تعيش في ظلاله و استقوا من آدابه و انهلوا من معينه الصافي وأقبلوا بقلوبكم على القرآن لتجدوا فيه علاج لمشاكلكم و حل قضاياكم وتفريج همومكم إلى آخره .<br />
والكتاب له أسلوب عال في السياق أسلوب عال ، هذا الأسلوب الذي كتب به السيد كتابه قد يظن بعض الناس بادئ بدء من بعض العبارات أن فيها شركا أو أن فيها قدحا في الأنبياء أو أن وأن .. ، ولو أعاد النظر في العبارة لوجدها أسلوبا أدبيا راقيا عاليا لكن لا يفهم هذا الأسلوب إلا من تمرس في قراءة كتابه ، والكتاب [كلمة غير واضحة] لايخلو من ملاحظات كغيره لا يخلو من ملاحظات و لا يخلو من أخطاء لكن في الجملة أن الكاتب كتبه منطلق غيرة وحمية للإسلام ، والرجل هو صاحب تربية وعلوم ثقافية عامة وماحصل منه من هذا التفسير يعتبر شيئا كثير [الجملةالسابقة غير واضحة] فيؤخذ منه بعض المقاطع النافعة والمواقف الجيدة والأشياء التي أخطأ فيها يعلى [غير واضحة] عذره قلة العلم وأنه ليس من أهل التفسير لكنه صاحب ثقافة عامة وعباراته أحيانا يفهم منها البعض خطأ لأن أسلوبه فوق أسلوب من يقرأه ، فلو أعاد النظر مرارا لم يجد هذه الاحتمالات الموجود وإنما هو أسلوب من الأساليب العالية التي يتقاصر عنه فهم بعض الناس فربما أساء الظن ، والمسلم لا ينبغي [كلمة غير واضحة] على وجود المعايب ، فليأخذ الحق ممن جاء به ، ويعلم أن البشر جميعا محل التقصير والخطأ ، [كلمة غير واضحة] والعصمة لكتاب الله و لقول محمد صلى الله عليه وسلم ، ماسوى الكتاب والسنة فالخطأ محتمل فيه لاسيما من إنسان عاش في مجتمعات لها مالها وسافر للغرب سنين وإلى آخره ، لكن كفانا منه ماوجد في هذا السفر من بعض المقاطع والكلمات النافعة التي لو قرأها الإنسان مرارا لرأى فيها خيرا كثير .المحاضرة كاملة من موقع الدعوة الخيرية &#8211; كتاب التوحيد-الدرس السادس<br />
http://www.al-daawah.net/suond/saif1426/almufti/tawheed/6th.rm<br />
تاريخ المحاضرة<br />
24-6-1426 هـ<br />
2-8-2005 م</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiharoki.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiharoki.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiharoki.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiharoki.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiharoki.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiharoki.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiharoki.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiharoki.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiharoki.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiharoki.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiharoki.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiharoki.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=21&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/24/fatwa-samahah-al-syeikh-%e2%80%98abdul-%e2%80%98aziz-aali-al-syeikh-mufti-saudi-tentang-syed-qutb-rh-dan-kitabnya-fi-zilal-al-quran-tarikh-2461426-h-282005-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f4fd5bf5b7b77812a9720c1f49e48fb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafiharoki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa al-Syeikh Muhammad Hasan Tentang Sayyid Qutb</title>
		<link>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/23/fatwa-al-syeikh-muhammad-hasan-tentang-sayyid-qutb/</link>
		<comments>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/23/fatwa-al-syeikh-muhammad-hasan-tentang-sayyid-qutb/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 14:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiharoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[raddusy syubuhat]]></category>
		<category><![CDATA[sayyid qutb]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh muhammad hasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/23/fatwa-al-syeikh-muhammad-hasan-tentang-sayyid-qutb/</guid>
		<description><![CDATA[ما رأيكم في مقالات الشهيد -بإذن الله- سيد قطب لماذا أعدموني؟









Soalan : Apakah pandangan anda tentang tulisan-tulisan al-Syahid &#8211; biiznillah -Syed Qutb ?
















الجواب : (( هو قيد بكلمة (بإذن الله) والتقييد دقيق لأننا ذكرنا قبل ذلك بأنه لا ينبغي أن نحكم في الدنيا بالشهادة لأحد أبداً ولو مات بين أيدينا في ميدان القتال، وإنما نقول: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=18&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div align="right"><b>ما رأيكم في مقالات الشهيد -بإذن الله- سيد قطب لماذا أعدموني؟</b></div>
<div align="right"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b>Soalan : Apakah pandangan anda tentang tulisan-tulisan al-Syahid &#8211; biiznillah -Syed Qutb ?</b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="left"><b></b></div>
<div align="right"><b></b></div>
<div align="right"><b></b></div>
<div align="right"><b>الجواب : (( هو قيد بكلمة (بإذن الله) والتقييد دقيق لأننا ذكرنا قبل ذلك بأنه لا ينبغي أن نحكم في الدنيا بالشهادة لأحد أبداً ولو مات بين أيدينا في ميدان القتال، وإنما نقول: نرجو الله -عز وجل- أن يكون من الشهداء وبإذن الله نرجوه أن يكون عنده من الشهداء، هذا كلام مهم جداً؛ لأن كلكم يعلم قصة الرجل في الصحيحين الذي مات في ميدان القتال وكان قائد الميدان رسول الله -صلّى الله عليه وسلّم- وأثنى الصحابة على بلائه ثم قال -عليه الصلاة والسلام- : (هو في النار)) إلى آخر الحديث المشهور المعروف</b><b>.</b><span id="more-18"></span></div>
<div align="right"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b></b></div>
<div align="justify"><b>Jawapan : </b>Dia (Syed Qutb) dikaitkan dengan kalimat &#8211; biiznillah= dengan izin ALlah &#8211; dan mengaitkannya dengan izin ALlah itu (tentang syahidnya) adalah lebih baik, kerana kami telah sebutkan sebelum ini, bahawasanya tidak boleh kita berhukum di dunia dengan syahid (secara pasti) kepada seseorang sama sekali. Walaupun seseorang itu mati dahadapan kita dalam medan peperangan, sebaliknya hendaklah kita katakan : Kami mengharapkan Allah &#8216;azza wa jall menjadikannya dari kalangan para syuhada&#8217;, dan kami mengharapkan dia termasuk di kalangan syuhada&#8217; di sisi Allah. <b>Perkara ini amat penting (untuk diambil perhatian).</b> Ini kerana setiap kamu semua mengetahui kisah seorag lelaki yang terdapat di dalam sahih al-Bukhari dan Muslim yag mati di dalam medan peperangan. Dia berani di dalam peperangan, lalu para sahabat memuji keberaniannya, kemudian sabda Nabi saw : &#8220;Dia di dalam neraka&#8221; sehingga ke akhir hadith, seperti yang masyhur dan yang diketahui umum.</div>
<div align="right"><b></b></div>
<div align="right"><b></b></div>
<div align="right"><b></b></div>
<div align="right"><b>فنسأل الله -عز وجل- أن يجعل الشيخ سيد قطب -رحمه الله- عنده من الشهداء فهو الرجل الذي قدّم دمه وفكره وعقله لدين الله -عز وجل- نسأل الله أن يتجاوز عنه بمنه وكرمه، وأن يغفر لنا وله وأن يتقبل منا ومنه صالح الأعمال، وأنا أُشهد الله أني أحب هذا الرجل في الله مع علمي يقيناً أن له أخطاء وأنا أقول: لو عاملتم يا شباب شيوخ أهل الأرض بما تريدون أن تعاملوا به الشيخ سيد قطب فلن تجدوا لكم شيخاً على ظهر الأرض لتتلقوا العلم على يديه لأن زمن العصمة قد انتهى بموت المعصوم محمد بن عبدالله وكل كتاب بعد القرآن معرض للخلل {ولو كان من عند غير الله لوجدوا فيه اختلافاً كثيرا}</b></div>
<div align="right"><b></b></div>
<div align="justify">Kita memohon kepada Allah untuk menjadikan al-Syeikh Syed Qutb &#8211; rahimahulLah &#8211; di sisinya termasuk dari kalangan para syuhada&#8217;. Beliau (Syed Qutb) seorang tokoh yang telah mempersembahkan darahnya, fikirannya dan akalnya untuk agama Allah azza wa jall &#8211; kita memohon kepada Allah untuk memberi nikmat dan kemuliaan kepadanya (Syed Qutb), dan semoga Allah mengampunkan kita dan dia (Syed Qutb), dan menerima daripada kita dan dia amalan-amalan soleh. Dan aku bersyaksikan dengan Allah, sesungguhnya aku menyayangi beliau (Syed Qutb) kerana Allah, dalam keadaan aku mengetahui dengan yakin bahawasanya bagi dia (Syed Qutb) ada beberapa kesilapan, dan aku katakan kalau kamu semua lakukan wahai pemuda-pemuda kepada syeikh-syeikh yang berada di bumi ini seperti apa yang kamu semua lakukan kepada Syed Qutb, pasti kamu tidak akan dapati walau seorang syeikh yang berada di atas muka bumi ini untuk kamu ambil ilmu darinya, ini kerana zaman &#8216;ismah telah berlalu pergi dengan wafatnya al-maksum Muhammad bin Abdillah (saw). Dan setiap kitab selain dari al-Quran terdedah kepada kekurangan, firman Allah maksudnya : <i>&#8220;Kalaulah al-Quran itu bukan daripada Allah, pastilah kamu akan mendapati di dalamnya pertembungan yang banyak.&#8221;</i></div>
<div align="justify"><i></i></div>
<div align="justify"><i></i></div>
<div align="justify"><i></i></div>
<div align="justify"><i></i></div>
<div align="justify"><i></i></div>
<div align="right"><b></b></div>
<div align="right"><b></b></div>
<div align="right"><b>.</p>
<p>لذا فأنا أحب هذا الرجل مع علمي ببعض أخطائه وأقول ومَن مِن البشر لم يخطئ؟ (فكل بني آدم خطاء وخير الخطائين التوابون)<br />
</b></div>
<p><b></p>
<p>Aku sayang kepada Syed Qutb dalam keadaan aku tahu terdapat beberapa kesilapannya, dan aku katakan, siapakah dari kalangan manusia yang tidak melakukan kesilapan ? &#8211; Setiap anak Adam itu melakukan kesalahan, dan sebaik-baik yang melakukan kesalahan itu ialah yang bertaubat.&#8221;</b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiharoki.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiharoki.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiharoki.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiharoki.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiharoki.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiharoki.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiharoki.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiharoki.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiharoki.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiharoki.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiharoki.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiharoki.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=18&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/23/fatwa-al-syeikh-muhammad-hasan-tentang-sayyid-qutb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f4fd5bf5b7b77812a9720c1f49e48fb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafiharoki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Asy-Syaikh Hamud Bin Uqla Asy-Syu&#8217;aibi Tentang Operasi Istisyhaadiyah</title>
		<link>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-asy-syaikh-hamud-bin-uqla-asy-syuaibi-tentang-operasi-istisyhaadiyah/</link>
		<comments>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-asy-syaikh-hamud-bin-uqla-asy-syuaibi-tentang-operasi-istisyhaadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 04:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiharoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[raddusy syubuhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-asy-syaikh-hamud-bin-uqla-asy-syuaibi-tentang-operasi-istisyhaadiyah/</guid>
		<description><![CDATA[Fadhilah Syaikh Hamud bin &#8216;Uqla Asy-Syu&#8217;aibi, (Rahimahullah)
Mujahidin di Palestina, Chechnya dan selain keduanya di negeri-negeri Muslim melaksanakan Jihad demi mengalahkan musuh-musuh mereka dengan satu methode yang disebut Istisyhadiyah. Operasi Istisyhadiyah ini dilakukan dengan cara mengikatkan bahan peledak pada tubuh mereka, atau diletakkan dalam kantongnya atau alat-alat yang ada pada dirinya atau juga dalam mobilnya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=15&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b></b>Fadhilah Syaikh Hamud bin &#8216;Uqla Asy-Syu&#8217;aibi, (Rahimahullah)</p>
<p>Mujahidin di Palestina, Chechnya dan selain keduanya di negeri-negeri Muslim melaksanakan Jihad demi mengalahkan musuh-musuh mereka dengan satu methode yang disebut Istisyhadiyah. Operasi Istisyhadiyah ini dilakukan dengan cara mengikatkan bahan peledak pada tubuh mereka, atau diletakkan dalam kantongnya atau alat-alat yang ada pada dirinya atau juga dalam mobilnya yang dipenuhi dengan explosive kemudian meledakkan dirinya ditengah sekumpulan musuh atau tempat-tempat musuh dan yang semisalnya, atau dengan berpura-pura menyerah kepada musuh kemudian dia meledakkan dirinya dengan tujuan memperoleh kesyahidan dan memerangi musuh serta menimbulkan kerugian pada mereka.</p>
<p>Bagaimanakah hukum operasi seperti itu? Dan apakah hal tersebut termasuk perbuatan bunuh diri ? Apapula perbedaan antara bunuh diri dan operasi Istisyhadiyah ?.Jazaakumullahu Khair, dan semoga Allah memberikan ampunan-Nya kepada anda..<span id="more-15"></span></p>
<p>Jawab :</p>
<p>Segala puji bagi Allah, Rabb (Tuhan) semesta alam,shalawat dan Salam atas semulia-mulia Nabi dan Rasul, nabi kita Muhammad s.a.w, juga atas keluarganya dan sahabatnya,seluruhnya. Selanjutnya:</p>
<p>Sebelum menjawab pertanyaan ini, seyogyanya anda mengetahui bahwa operasi yang disebut ini, merupakan masalah semasa (kontemporer) yang dimasa lalu methode seperti ini tidak didapati. Dan memang setiap zaman memiliki karakteristik permasalahan tersendiri yang timbul di zaman itu. Karena itu para ulama berijtihad dengan memperhatikan nash-nash dan keumumannya, serta perbincangan mengenai hal tersebut dan fakta-fakta yang menyerupainya juga, bagaimana fatwa Ulama Salaf mengenai hal berkenaan.<br />
Firman Allah:<br />
&#8220;Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab&#8221;  (Al-An&#8217;am : 38)</p>
<p>Dan Rasulullah s.a.w bersabda tentang Al-Qur&#8217;an:<br />
&#8220;Di dalamnya terdapat keputusan terhadap urusan di antara kalian&#8221;</p>
<p>Amaliyah (operasi) Istisyhadiyah yang tersebut di atas adalah amalan Masyru&#8217; (disyari&#8217;atkan dalam Islam) dan merupakan bagian dari Jihad Fie Sabilillah jika pelakunya memiliki niat yang ikhlas. Operasi inipun termasuk methode yang paling berhasil dalam Jihad Fie Sabilillah melawan musuh-musuh dien ini, karena dengan wasilah seperti terjadilah kerugian dan kerusakan pada musuh, baik berupa terbunuhnya orang-orang kafir atau terluka, sekaligus menimbulkan kengerian dan ketakutan pada mereka. Juga, dalam operasi istisyhad ini nyata, terlihatlah keberanian dan kekuatan hati kaum Muslimin dalam menghadapi kaum kafir, dan merontokkan hati musuh-musuh Islam, sekaligus menghinakan mereka dan mengakibatkan kedongkolan dalam jiwa-jiwa mereka, dan hal-hal lainnya yang merupakan kemaslahatan bagi kaum Muslimin, yang semuanya itu merupakan maslahat-maslahat Jihadiyah.</p>
<p>Masyru&#8217;iyat operasi-operasi tersebut dibuktikan dengan adanya dalil-dalil dari Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah, dan Ijma&#8217; juga dengan adanya beberapa fakta yang terjadi di dalamnya serta fatwa Salafush Sholeh mengenai hal ini, sebagaimana akan disebutkan kemudian, Insya Allah.<br />
Pertama : Dalil-dalil Qur&#8217;an</p>
<p>Firman Allah:</p>
<p>&#8220;Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.&#8221; (Al-Baqarah : 207)<br />
Sesungguhnya sahabat r.a menerapkan ayat ini ketika seorang Muslim seorang diri berjibaku menerjang musuh dengan bilangan yang banyak yang dengan itu nyawanya dalam kondisi berbahaya, sebagaimana Umar bin Khaththab dan Abu Ayub Al-Anshari juga Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;Anhum sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidizy dan Ibnu Hibban serta Al-Hakim menshahihkannya ( Tafsir Al-Qurthubi 2/361)</p>
<p>Firman Allah :</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu&#8217;min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur&#8217;an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.&#8221;  ( At-Taubah 111 )Ibnu Katsir -semoga Allah merahmatinya- berkata: Kebanyakan (Ulama/Mufassir) berpendapat bahwa ayat tersebut berkenaan dengan setiap Mujahid Fie Sabilillah.</p>
<p>Firman Allah :</p>
<p>&#8220;Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).&#8221;   (Al-Anfal : 60)</p>
<p>Allah berfirman terhadap mereka yang merusak perjanjian :</p>
<p>&#8220;Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran&#8221; (Al-Anfal:57).<br />
Kedua:  Dalil-dalil dari As-Sunnah:</p>
<p>Hadits Ghulam (pemuda) yang kisahnya terkenal, terdapat dalam Shahih Bukhari, ketika ia menunjukkan musuh cara membunuh dirinya, lalu musuh itupun membunuhnya, sehingga ia mati dalam keadaan syahid di jalan Allah. Maka operasi seperti ini merupakan salah satu jenis Jihad, dan menghasilkan manfaat yang besar, dan kemaslahatan bagi kaum Muslimin, ketika penduduk negeri itu masuk kepada dien(agama) Islam, yaitu ketika mereka berkata : &#8220;Kami beriman kepada Rabb (Tuhan) nya pemuda ini&#8221;.</p>
<p>Petunjuk (dalil) yang dapat di ambil dari hadits ini adalah bahwa Pemuda (Ghulam) tadi merupakan seorang Mujahid yang mengorbankan dirinya dan rela kehilangan nyawa dirinya demi tujuan kemaslahatan kaum Muslimin. Pemuda tadi telah mengajarkan mereka bagaimana cara membunuh dirinya, bahkan mereka sama sekali tidak akan mampu membunuh dirinya kecuali dengan cara yang ditunjukkan oleh pemuda tersebut, padahal cara yang ditunjukkan itu merupakan sebab kematian dirinya, akan tetapi dalam konteks Jihad hal ini diperbolehkan.</p>
<p>Operasi sedemikian ini diterapkan oleh Mujahidin dalam Istisyhad (operasi memburu kesyahidan), kedua-duanya memiliki inti masalah yang sama, yaitu menghilangkan nyawa diri demi kemaslahatan jihad. Amalan-amalan seperti ini memiliki dasar dalam syari&#8217;at Islam. Tak ubahnya pula dengan seseorang yang hendak melaksakanan Amar Ma&#8217;ruf Nahyi Munkar di suatu tempat dan menunjukkan manusia kepada Hidayah sehingga dia terbunuh di tempat tersebut, maka dia dianggap sebagai seorang Mujahid yang Syahid, ini seperti sabda Nabi s.a.w:<br />
&#8220;Jihad yang paling utama adalah mengatakan Al-haq di depan penguasa yang Jaa-ir (jahat)&#8221;</p>
<p>Amaliyah yang dilakukan oleh Bara bin Malik dalam pertempuran di Yamamah. Ketika itu ia diusung di atas tameng yang berada di ujung-ujung tombak, lalu dilemparkan ke arah musuh, diapun berperang (di dalam benteng) sehingga berhasil membuka pintu Benteng. Dalam kejadian itu tidak seorangpun sahabat r.a menyalahkannya. Kisah ini tersebut dalam Sunan Al-Baihaqi, dalam kitab As-Sayru Bab At-Tabarru&#8217; Bit-Ta&#8217;rudhi Lilqatli (9/44), tafsir Al-Qurthubi (2/364), Asaddul Ghaabah (1/206), Tarikh Thabari.</p>
<p>Operasi yang dilakukan oleh Salamah bin Al-&#8217;Akwa dan Al-Ahram Al-Asadi, dan Abu Qatadah terhadap Uyainah bin Hishn dan pasukannya. Dalam ketika itu Rasulullah s.a.w memuji mereka, dengan sabdanya: &#8220;Pasukan infantry terbaik hari ini adalah Salamah&#8221; (Hadits Muttafaqun &#8216;Alaihi /Bukhari-Muslim).</p>
<p>Ibnu Nuhas berkata : Dalam hadits ini telah teguh tentang bolehnya seorang diri berjibaku ke arah pasukan tempur dengan bilangan yang besar, sekalipun dia memiliki keyakinan kuat bahwa dirinya akan terbunuh.Tidak mengapa dilakukan jikan dia ikhlas melakukannya demi memperoleh kesyahidan sebagaimana dilakukan oleh Salamah bin Al-&#8217;Akwa, dan Al-Akhram Al-Asaddi. Nabi s.a.w tidak mencela, sahabat r.a tidak pula menyalahkan operasi tersebut. Bahkan di dalam hadits tersebut menunjukkan bahwa operasi seperti itu adalah disukai, juga merupakan keutamaan. Rasulullah s.a.w memuji Abu Qatadah dan Salamah sebagaimana disebutkan terdahulu.Dimana masing-masing dari mereka telah menjalankan operasi Jibaku terhadap musuh seorang diri (Masyari&#8217;ul Asywaq 1/540)</p>
<p>Apa yang dilakukan oleh Hisyam bin Amar Al-Anshari, ketika dia meneroboskan dirinya di antara Dua pasukan, menerjang musuh seorang diri dengan bilangan musuh yang besar, waktu itu sebagian kaum Muslimin berkata: Ia menjerumuskan dirinya dalam kebinasaan, Umar bin Khaththab r.a membantah klaim sebagian kaum Muslimin tersebut, begitu juga Abu Hurairah r.a, lalu keduanya membaca ayat:</p>
<p>&#8220;Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya demi mencari keridhaan Allah&#8230;&#8221; (Al-Baqarah 207 )</p>
<p>Al-Mushannif Ibnu Abi Syaibah (5/303,222), Sunan Al-Baihaqi (9/46)<br />
Abu hadrad Al-Aslami dan Dua orang sahabatnya menerjangkan diri ke arah pasukan besar, tidak ada orang ke-empat selain mereka bertiga, akhirnya Allah memenangkan kaum Muslimin atas kaum Musyrikin. Ibnu Hisyam menyebut riwayat ini dalam kitab sirahnya. Ibnu Nuhas menyebutnya dalam Al-Masyaari&#8217; (1/545).</p>
<p>Operasi yang dilakukan oleh Abdullah bin Hanzhalah Al-Ghusail, ketika ia berjibaku menerjang musuh dalam salah satu pertempuran, sedangkan baju besi pelindung tubuhnya sengaja ia buang, kemudian kaum kafir berhasil membunuhnya. Disebutkan oleh Ibnu Nuhas dalam Al-Masyari&#8217; (1/555).</p>
<p>Imam Al-Baihaqi dalam As-Sunan (9/44) menukil tentang seorang lelaki yang mendengar sebuah hadits dari Abu Musa :&#8221;Jannah (syurga) itu berada di bawah naungan pedang&#8221; Lalu lelaki itu memecahkan sarung pedangnya, lantas menerjang musuh seorang diri, berperang sampai ia terbunuh.</p>
<p>Kisah Anas bin Nadhar dalam salah satu pertempuran Uhud, katanya: &#8220;Aku sudah terlalu rindu dengan wangi jannah (syurga)&#8221; kemudian ia berjibaku menerjang kaum Musyrikin sampai terbunuh. (Muttafaqun &#8216;Alaihi).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiharoki.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiharoki.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiharoki.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiharoki.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiharoki.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiharoki.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiharoki.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiharoki.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiharoki.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiharoki.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiharoki.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiharoki.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=15&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-asy-syaikh-hamud-bin-uqla-asy-syuaibi-tentang-operasi-istisyhaadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f4fd5bf5b7b77812a9720c1f49e48fb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafiharoki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FATWA SYAIKH AL-BAANI MENGENAI BOMB SYAHID (Bagian Kedua)</title>
		<link>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-baani-mengenai-bomb-syahid-bagian-kedua/</link>
		<comments>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-baani-mengenai-bomb-syahid-bagian-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 04:25:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiharoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[raddusy syubuhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-bani-mengenai-bomb-syahid-bagian-kedua/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika ditanya mengenai aksi bom Syahi syaikh Albaani menjawab:
Itu bukanlah bom bunuh diri, bunuh diri adalah dimana ketika seorang muslim membunuh dirinya untuk menyelamatkan diri dari kesusahan hidupnya atau sesuatu yang sama seperti itu, sejauh yang kamu tanyakan itu, itu adalah jihad untuk Allah, akan tetapi kita harus mempertimbangkan aksi ini tidak bisa dilakukan secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=14&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika ditanya mengenai aksi bom Syahi syaikh Albaani menjawab:</p>
<p>Itu bukanlah bom bunuh diri, bunuh diri adalah dimana ketika seorang muslim membunuh dirinya untuk menyelamatkan diri dari kesusahan hidupnya atau sesuatu yang sama seperti itu, sejauh yang kamu tanyakan itu, itu adalah jihad untuk Allah, akan tetapi kita harus mempertimbangkan aksi ini tidak bisa dilakukan secara individual tanpa di desain oleh seseorang yang menjadi ketua yang mempertimbangkan apakah itu menguntungkan Islam dan kaum muslimin, dan jika Amir memutuskan untuk kehilangan mujahid tadi lebih menguntungkandibandingkan unuk menahannya, terutama jika hal itu menyebabkan kerusakan musuh, kemudian pendapat Amir tersebut terjamin bahkan walaupun si mujahid tadi tidak senang dengan dengan hal itu, maka dia harus mematuhinya..<span id="more-14"></span></p>
<p>Syaikh Albaani kemudian melanjutkan</p>
<p>Bunuh diri adalah salah satu dosa besar, ini jika seseorang mati karena dia menginginkan untuk ngakhiri dunianya&#8230;, dan jika untuk berjihad maka itu bukanlah bunuh diri, didalam kisah para sahabat ra sering dilakukan untuk melawan jumlah musuh yang besar oleh mereka..</p>
<p>Rekaman Audio:</p>
<p>http://www.fatwa-online.com/audio/other/oth010/0040828_2.rm<span style="color:red;"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiharoki.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiharoki.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiharoki.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiharoki.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiharoki.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiharoki.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiharoki.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiharoki.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiharoki.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiharoki.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiharoki.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiharoki.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=14&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-baani-mengenai-bomb-syahid-bagian-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f4fd5bf5b7b77812a9720c1f49e48fb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafiharoki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FATWA SYAIKH AL-BAANI MENGENAI BOMB SYAHID</title>
		<link>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-bani-mengenai-bomb-syahid/</link>
		<comments>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-bani-mengenai-bomb-syahid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 04:09:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiharoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[raddusy syubuhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-bani-mengenai-bomb-syahid/</guid>
		<description><![CDATA[Didalam Saheeh Mawaarid ath-Thimaan oleh Syaikh Al Baani (dipublikasikan setelah beliau wafat), dia berkata pada bab kedua, halaman 119, setelah menjelaskan hadits populer Abi Ayoob, mengenai firman Allah walaa tulqoo bi aydiykum ilat-tahlukah, dia berkata :
&#8220;Dan ini adalah kisah populer yang menjadi bukti yang sekarang dikenal sebagai operasi bunuh diri dimana beberapa pemuda Islam pergi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=13&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Didalam Saheeh Mawaarid ath-Thimaan oleh Syaikh Al Baani (dipublikasikan setelah beliau wafat), dia berkata pada bab kedua, halaman 119, setelah menjelaskan hadits populer Abi Ayoob, mengenai firman Allah walaa tulqoo bi aydiykum ilat-tahlukah, dia berkata :<span id="more-13"></span></p>
<p>&#8220;Dan ini adalah kisah populer yang menjadi bukti yang sekarang dikenal sebagai operasi bunuh diri dimana beberapa pemuda Islam pergi lakukan terhadap musuh-musuh Allah, akan tetapi aksi ini diperbolehkan hanya pada kondisi tertentu dan mereka melakukan aksi ini  untuk Allah dan kemenangan agama Allah, bukan untuk riya, reputasi, atau keberanian, atau depresi akan kehidupan&#8221;</p>
<p><img src="http://al-buruj.com/Salafi4.jpg" height="480" width="480" /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiharoki.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiharoki.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiharoki.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiharoki.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiharoki.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiharoki.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiharoki.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiharoki.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiharoki.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiharoki.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiharoki.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiharoki.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiharoki.wordpress.com&blog=2578131&post=13&subd=salafiharoki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-bani-mengenai-bomb-syahid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f4fd5bf5b7b77812a9720c1f49e48fb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafiharoki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://al-buruj.com/Salafi4.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>