Beliau adalah Ahmad Ismail Yasin, dilahirkan pada tahun 1938 di desa el Jaura pinggiran el Mijdal, selatan Jalur Gaza. Mengungsi bersama keluarganya ke Jalur Gaza setelah perang Palestina (nakbah) tahun 1948.
Mengalami kelumpuhan total sejak muda akibat kecelakaan dalam sebuah aktifitas oleh raga.
Bekerja sebagai guru Bahasa Arab dan Tarbiyah Islamiyah, kemudian bertugas sebagai khatib dan guru di masjid-masjid Gaza. Dalam masa penjajahan, dia menjadi khatib paling populer di kalangan masyarakat Jalur Gaza karena kekuatan argumennya dan keberaniannya dalam al haq (kebenaran). (more…)